Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

#Introvert (3) - Introvert vs Pemalu

Posted: Selasa, 27 Maret 2012 by Hazirur Rohman in Label: ,
0


Maaf sebelumnya, jika lebih banyak membahas tentang introvert dibanding ekstrovert,, karena memang pernah coba ikut test online tentang ini, dan hasilnya 95% introvert, jadi lebih tertarik dan mencari-cari informasi tentang introvert dibanding ekstrovert :D dan tentunya karena ada hubungannya dengan diri pribadi saya sendiri.

==================================================

Ketika melihat orang pendiam mungkin kita akan berpikir jika dia seorang introvert karena tidak terbuka dengan orang lain dan terkesan sombong, angkuh dan menjaga jarak. Kadang kita juga menyebutnya dengan istilah lain yaitu “pemalu”.

Namun, faktanya antara introvert dan pemalu adalah sesuatu hal yang berbeda. Introvert bukan berarti pemalu walaupun ada keterkaitan antara introvert dan pemalu, hanya saja tidak semua orang introvert itu pemalu dan introvert itu sendiri bukan menyangkut rasa malu (nah lohh,, bingung kan? Samaa :D)

Pada dasarnya orang yang introvert adalah orang yang lebih menyukai kesendirian, dengan kata lain terbebas dari hiruk pikuk sosial. Di alam bawah sadarnya,Energi mereka akan terkuras apabila mereka berada di sekitar banyak orang, dan mereka akan merasa lebih tenang apabila terbebas dari banyak orang. Bukan berarti orang-orang introvert memiliki kemampuan sosial yang buruk, mereka mampu berbaur dan terlibat pembicaran dengan banyak orang, mereka juga mampu berkomunikasi dengan baik di muka umum, dll, hanya saja setelah berlama-lama berkumpul dengan banyak orang, seperti di pesta membuat mereka lelah dan mereka butuh suasana tenang untuk mengembalikan kembali energi yang terkuras. Introvert lebih memperhatikan dunia di dalam pikiran mereka sendiri, mereka menikmati berfikir, mengeksplorasi pikiran dan perasaan sendiri. seorang introvert tidak berarti mereka tidak memiliki kemampuan bicara, akan tetapi mereka lebih suka bicara mengenai masalah ide dan konsep, bukan mengenai pendapat mereka tentang topik-topik sosial yang tidak penting,(mungkin seperti guyonan-guyonan yang tidak penting)

ketika seorang yang introvert ingin menyendiri, bukan berarti mereka dalam kondisi depresi atau sejenisnya, tapi mereka butuh waktu untuk berfikir dan introspeksi. meskipun mereka berkumpul bersama orang-orang yang paling klop dengan mereka, tapi tetap saja mereka merasa kurang nyaman untuk berfikir di kondisi seperti itu.

Bandingkan dengan rasa malu yang merupakan elemen dari rasa cemas, gugup, dan kuatir. Rasa malu cenderung mempengaruhi pergaulan sosial, seperti berbicara di depan umum, berbicara dengan orang lain dan sebagainya. Gejala fisik ditandai dengan perut mulas, jantung berdebar-debar, gemetaran, dll. mereka cenderung lebih banyak diam daripada bicara. Oleh karena itu, saat kita bertemu dengan seorang yang tampak pendiam, jangan buru-buru memvonis mereka sebagai seorang yang sombong, mungkin saja mereka pemalu. Yang perlu dilakukan saat berhadapan dengan orang yang memiliki rasa malu berlebihan adalah dengan membuat mereka merasa nyaman dengan keberadaan kita dan tidak menjauhi mereka karena dengan menjauhi mereka malah akan semakin membuat mereka rendah diri.

Nah, kita mulai bisa melihat diri sendiri apakah kita tergolong introvert atau pemalu, extrovert atau tidak tau malu. Untuk masalah introvert dan ekstrovert, menurut saya tidak ada yang lebih baik antara satu dengan lainnya. Kita tidak perlu mempermasalahkan apakah sikap ekstrovert jauh lebih baik daripada sifat introvert karena masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan masing-masing dari sifat tersebut memiliki profesi masing-masing yang cocok untuk digeluti. Introvert yang diikuti dengan ketajaman perasaan membuat pemiliknya lebih cocok menjadi seniman, sementara introvert yang cenderung berfikir analisa membuat pemiliknya lebih cocok menjadi seorang analis sistem atau seorang akuntan. Faktor lain yang turut berperan adalah sebesar apa persentase introvert/ ekstrovert dalam diri kita.

====================================================

A : Pernahkah kau mendengar Alam semesta berbicara ?

B : Tidak…

A : Itu karena kau terlalu berisik ! (ekstrovert=banyak omong=Berisik).

cobalah untuk tenang maka kau akan dapat mendengar alam semesta “berbicara” (Berbicara di sini maksudnya adalah Inspirasi. Introvert=gak byk omong=lebih tenang=gampang dapet inspirasi).

====================================================
Sumber : http://akyndo.multiply.com dengan berbagai penambahan.

#Galau-17 I am an Introvert (2)

Posted: Kamis, 15 Maret 2012 by Hazirur Rohman in Label: , ,
1


Ya, I am an introvert
Saya memang seorang introvert
Apakah ada yang salah dengan itu?
Apakah ada yang terganggu dengan itu?

============================================

Saya suka mengerjakan apapun sendirian ditempat sepi
Saya lebih suka mengurung diri di kamar dibanding harus jalan-jalan bersama teman2
Saya tidak suka berorganisasi
Jika marah atau sedih, saya lebih memilih diam
Saya lebih senang hanya menjadi pendengar jika ada teman yang curhat
Saya lebih banyak diam daripada berbicara..

semuanya itu adalah ciri kepribadian introvert..
penyendiri...tapi tidak sama dengan pemalu..

Apakah introvert merupakan penyakit??
Menurut saya bukan, introvert hanyalah kebalikan dari ekstrovert.
Ekstrovert bukan berarti normal juga kan??

di dunia, ada 20-40% orang introvert, berarti jumlah ekstrovert-er emang jauh lebih banyak..
yaiyalaaah... secara manusia itu makhluk sosial yang bersosialisasi satu sama lain..

sempat terbesit di benak saya...
apakah dengan sifat introvert ini, saya bisa hidup sukses nantinya??
ternyata banyak orang-orang luar biasa yang memiliki sifat introvert..
mulai dari penulis buku sampai artis-artis terkenal seperti Clint Eastwood, Meg Ryan, Julia Roberts, Helen Hunt and Tom Hanks..^^
tapi saya pribadi... kalo jadi arti gak bakalan cocok (Ya eyalaah)

seringkali orang introvert dianggap aneh sama orang ekstrovert kebanyakan..
karena orang2 introvert lebih cenderung 'terlihat'misterius, pendiam, penyendiri, pemalu, dan pasif...
itulah yang sering membuat orang introvert merasa dirinya berbeda dengan lainnya..
"aduuh, kenapa aku gak bisa kayak mereka siih?? gampang bergaul dengan siapa aja.."
"apa yang salah dengan diriku???"
sehingga mereka secara tidak sadar, ikutan mendorong dirinya agar bisa jadi ekstrovert.. kadang hanya untuk alasan agar diterima oleh masyarakat kebanyakan..

tapi taukah teman-teman??
memaksakan sesuatu itu sungguh tidak mudah..
mereka tetap berusaha untuk menjadi 'terlihat' ekstrovert di luar.. tetapi sejujurnya! mereka sama sekali tidak nyaman dengan itu semua..

coba bayangkan saja..
orang yang lebih suka bekerja sendiri, tiba-tiba harus bekerja dengan orang banyak..
orang yang lebih suka menyendiri, tiba-tiba harus 'memaksakan diri' untuk bergabung dalam hingar bingarnya keramaian..
sejujurnya..
itu sangat melelahkan bagi saya dan mereka teman2 introvert-er..

jadi kuncinya,
mari saling menghargai..
menghargai sifat masing-masing dan memahami kelebihan serta kekurangan masing-masing..

"Tahukah anda bahwa empat dari lima keruwetan hidup ini akan pupus bilamana kita bisa duduk dan diam?” (Calvin Coolidge)

INTROVERT (2)

Posted: by Hazirur Rohman in Label: ,
0

Tulisan yang menarik, dan sangat populer, dari Jonathan Rauch, menceritakan pengalaman pribadinya sebagai seorang introvert dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupannya. Saya terjemahkan dari artikel Rauch di The Atlantic Monthly, Caring for Your Introvert (tentu tidak sebaik tulisan aslinya).

========================================================

Pernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, tentang perasaan? Yang kadang-kadang bisa mempresentasikan sesuatu dengan hebat di hadapan banyak orang, tapi begitu canggung saat berada di kelompok yang lebih kecil? Yang musti ditarik-tarik untuk datang ke pesta, lalu perlu seharian penuh untuk ‘penyegaran kembali’?

Apakah kita menjulukinya ‘orang serius’, atau bertanya kepadanya ‘eh, kamu sakit ya’? Menganggapnya penyendiri, sombong, dan tak sopan? Yang kita musti berjuang keras hanya untuk mengajaknya keluar?

Bila jawaban kita ‘ya’, besar kemungkinan kita telah bertemu dengan seorang introvert — dan rupanya kita tidak memperlakukannya dengan baik. Sains telah belajar banyak tentang perilaku dan kebutuhan orang-orang introvert. Sains menemukan misalnya, lewat pemindaian otak, bahwa introvert memproses informasi dengan cara yang berbeda dari orang-orang umumnya (saya tidak mengada-ada). Introvert bisa jadi orang yang biasa saja, tapi mereka juga adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling kerap disalahpahami dan dirugikan di Amerika, dan mungkin juga di dunia.

Saya tahu itu. Nama saya Jonathan, dan saya seorang introvert.

Oh, bertahun-tahun saya mencoba mengingkarinya. Saya toh pada akhirnya bisa bergaul. Saya bukannya pemurung, atau tidak suka dengan orang. Pada dasarnya, saya jauh dari pemalu. Saya memang menyukai obrolan panjang tentang pemikiran yang mendalam, tentang eksplorasi hal-hal yang menarik. Tapi paling tidak saya memiliki kepercayaan diri, dan pergi keluar dengan teman-teman. Dengan cara inilah saya bisa lepas dari stereotipe dan kesalahpahaman yang menyakitkan. Dan kini, saya ingin menjelaskan apa yang musti kita ketahui, dalam memahami anggota keluarga kita, teman, atau sejawat yang introvert. Ingat, seseorang yang kita kenal baik, yang kita hormati, bisa jadi seorang introvert, dan bisa jadi pula kita akan ‘menyiksanya’ bila kita tak paham beberapa tanda-tanda.

Apa itu introversion?

Konsep ini muncul sejak 1920-an dari seorang ahli psikolog, Carl Jung, dan kini menjadi variabel penting di berbagai macam tes kepribadian, termasuk Myers-Briggs Type Indicator yang terkenal itu. Kaum introvert tidak selamanya pemalu. Orang-orang pemalu adalah mereka yang cemas atau takut atau menampik diri dari lingkungan sosial; introvert pada umumnya tidak seperti itu. Orang introvert juga tidak anti orang lain, meski sebagiannya sepakat dengan Sartre yang mengatakan, “Sarapan bersama orang lain adalah neraka.” Lebih tepatnya, introvert adalah mereka yang merasa bahwa orang lain itu adalah sesuatu yang melelahkan.

Ekstrovert, sebaliknya, terpacu karena keberadaan orang lain, dan menjadi ‘layu’ atau ‘pudar’ bila sendirian. Mereka kerap bosan dengan dirinya. Coba tinggalkan ekstrovert sendirian selama dua menit dan ia akan mulai mencari dan memencet-mencet handphone-nya. Sebaliknya, kami kaum introvert, setelah satu atau dua jam bersosialisasi, perlu off sejenak dan ‘mengisi batere’ kembali. Formula saya pribadi adalah 2 jam menyendiri untuk setiap jam sosialisasi. Ini bukan anti-sosial. Bukan gejala depresi, dan bukan sinyal untuk darurat medis. Bagi kaum introvert, menyendiri itu sama menyegarkannya dengan tidur, makan, atau merawat diri. Motto kami: “saya baik-baik saja, kamu baik-baik saja — dalam dosis tertentu.”

Berapa banyak orang introvert?

Saya mencoba melakukan riset panjang di Google untuk menjawab pertanyaan ini. Jawabannya: 25 persen, atau di bawah setengah populasi. Atau, jawaban favorit saya: “kelompok minoritas di antara kebanyakan orang, tapi mayoritas di antara populasi orang-orang berbakat.”

Apakah kaum introvert disalahpahami?

Sangat, dan dimana-mana. Begitulah rupanya nasib kami. “Sangat sukar bagi seorang ekstrovert untuk memahami introvert,” tulis pakar pendidikan Jill D. Burruss dan Lisa Kaenzig (mereka juga sumber jawaban favorit saya di paragraf sebelumnya). Kaum ekstrovert tidaklah sukar untuk dipahami oleh mereka yang introvert, karena ekstrovert menghabiskan banyak waktunya dengan banyak berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Mereka kesana kemari bak anak anjing yang meloncat-loncat. Namun jalan tidak selamanya dua arah. Ekstrovert tak punya pemahaman yang cukup tentang introversion. Mereka menganggap bahwa rekannya ini akan selalu dengan senang hati menyambut baik dan membukakan pintu. Mereka tak bisa membayangkan bahwa ada orang yang perlu menyendiri; bahkan tidak jarang merasa tersinggung bilamana ada yang berniat seperti itu. Sepanjang saya mencoba menjelaskan hal ini kepada mereka yang ekstrovert, saya tidak merasa mereka paham benar. Mereka mendengar sejenak, lalu kembali ‘menggonggong’ dan ‘menyalak’.

Apakah kaum introvert tersisih?

Rasanya begitu. Ekstrovert menjamur di dunia politik, sebuah profesi yang hanya mereka yang gemar menyerocos yang bisa bertahan. Lihat George W. Bush. Lihat Bill Clinton. Mereka tampak begitu bergairah ketika bersama dengan orang-orang. Membayangkan beberapa orang introvert yang berhasil melesat ke papan atas politik, seperti Calvin Coolidge, Richard Nixon — tidak akan mengubah pandangan semula. Kecuali Ronald Reagan, yang kecenderungannya menarik diri dari orang-orang barangkali menjadi tanda sifat introvertnya (banyak aktor, saya baca, adalah introvert, dan banyak introvert, ketika bersosialisasi, merasa bagai aktor), introvert dianggap ‘janggal’ di dunia politik.

Oleh sebab itu, ekstrovert mendominasi kehidupan publik. Patut disayangkan memang. Bila kami kaum introvert mengatur dunia, tak disangsikan lagi dunia akan menjadi tempat yang lebih tenang, lebih sehat, lebih damai. Seperti yang konon pernah diucapkan Coolidge, “Tahukah anda bahwa empat dari lima keruwetan hidup ini akan pupus bilamana kita bisa duduk dan diam?” (Dia juga konon pernah mengatakan, “Bila kita tak berbicara apa-apa, kita tak akan dituntut untuk mengulanginya.” Satu-satunya hal yang dibenci kaum introvert lebih dari berbicara tentang dirinya adalah mengulanginya.)

Dengan kegemarannya berbicara dan menarik perhatian, ekstrovert juga mendominasi kehidupan sosial, sehingga standar-standar pun ditetapkan sesuai norma dan harapan mereka. Di masyarakat ekstrovertis yang kita diami ini, menjadi orang yang outgoing atau supel adalah normal, sehingga lebih disukai — sebuah tanda kebahagian, kepercayaan diri, keunggulan. Ekstrovert disimbolkan sebagai ‘berhati besar’, ‘bersemangat’, ‘hangat’, dan ‘empati’. ‘Pujaan banyak orang’ adalah sebuah pujian bagi mereka. Introvert, sebaliknya, digambarkan sebagai ‘berhati-hati’, ‘penyendiri’, ‘pendiam’, ‘pelamun’ — kata-kata yang sempit dan tidak berperasaan yang menunjukkan kepribadian yang pelit dan emosional. Perempuan introvert, pastinya, adalah yang paling tersiksa. Di lingkungan atau budaya tertentu, seorang laki-laki terkadang masih bisa bertahan dengan julukan semacam ‘kaku’ dan ‘pendiam’. Dibandingkan laki-laki, perempuan introvert lebih cenderung dianggap ‘pemalu’, ‘penyendiri’, ‘angkuh’.

Apakah kaum introvert sombong, arogan?

Jarang. Rasanya kesalahpahaman ini lantaran karakter introvert yang lebih cerdas, lebih reflektif, lebih independen, lebih berkepala dingin, lebih halus dan sensitif dibandingkan ekstrovert. Mungkin juga karena sedikitnya kaum introvert berbicara, suatu kelemahan yang kerap dicela oleh mereka yang ekstrovert. Kami cenderung berpikir lebih dulu sebelum berbicara, sementara ekstrovert berpikir ketika berbicara, yang mungkin itu pula sebabnya rapat-rapat kaum ekstrovert tak pernah berakhir kurang dari enam jam. “Introvert,” tulis seorang rekan yang cerdas, Thomas P. Crouser, di sebuah ulasan buku berjudul Why Should Extroverts Make All the Money? (saya juga tidak mengada-ada), “kerap kebingungan oleh dialog semi-internal kaum ekstrovert. Introvert tidak terang-terangan mengeluh, sebaliknya mereka hanya mengalihkan pandangan dan diam-diam mengumpat situasi itu.”

Lebih parahnya, ekstrovert tak menyadari tekanan yang mereka timpakan kepada kami kaum introvert. Terkadang, sembari menghirup udara di tengah kabut pembicaraan mereka yang 98% tidak ada isinya itu, kami bertanya-tanya apakah ekstrovert mau barang sejenak mendengarkan diri mereka sendiri. Tapi kami mencoba menerima keadaan ini dengan tenang, karena buku-buku tentang etiket dan sopan santun — yang tentu ditulis oleh ekstrovert — menganggap tak mau berbasa-basi itu sebagai tidak sopan dan sedikit berbicara itu sebagai kejanggalan. Kami hanya berharap suatu hari, bila karakter kami ini dipahami lebih luas, atau barangkali ketika gerakan hak asasi kaum introvert mulai merekah dan berbuah, bukan lagi suatu hal yang kasar bila mengatakan, “Saya introvert. Anda orang hebat dan saya menyukai anda. Tapi mohon sekarang diamlah.”

Bagaimana memberitahu kaum introvert bahwa kita mendukung dan menghargai pilihannya?

Pertama, menyadari bahwa ini bukanlah pilihan. Bukan pula gaya hidup. Introvert adalah sebuah orientasi.

Kedua, bilamana kita mendapati seorang introvert kehilangan kata-kata, jangan berkata, “Hei, ada apa?” atau “Kamu baik-baik saja?”

Ketiga, jangan berkata yang lain juga.

========================================================

Credits: Tulisan diterjemahkan dari sebuah artikel di The Atlantic Monthly (menjadi artikel yang paling banyak diakses di situs majalah bulanan itu). Lukisan paling atas adalah ‘Aloof’ karya Aaron Waugh.

Sumber : http://watung.org/2007/01/27/introvert/

Smile..Smile.. Positive Thinking

Posted: Minggu, 05 Juni 2011 by Hazirur Rohman in Label:
0


Senyum dan positive thinking, dua kata ini yang selalu membuat saya dan mungkin juga anda yang merasa sedang punya masalah, hari yang membetekan, terasa bosan, penat, tugas numpuk, merasa tak dianggap, teman yang sedang dibutuhkan tak ada, bisa terus bertahan dan terus semangat menjalani hidup nose smile

Mungkin kalau sedang di rundung masalah susah sekali untuk tetap tersenyum , tapi cobalah tarik sudut bibir kita walau hati sedang menangis , tersenyumlah pada semua orang , biarkan orang orang melihat wajah kita berseri , maka lama lama senyum tersebut mengsugesti diri kita sendiri agar tetap tenang dan merasa bersemangat
positive thinkinglah pada semua orang ,, berbaik sangkalah pada siapapun itu
berbaik sangka lah pada setiap masalah yang datang berbaik sangkalah pada setiap kejadian yang Tuhan tetapkan untuk kita, karena dengan begitu kita hanya akan memikirkan hal-hal yang baik saja , sedang kalau kita mamikirkan hal yang buruk maka kita akan ketakutan sendiri , jadi parnoan,,

Jadi mulai sekarang yuk,, kita tersenyum dan positive thinking.

Tersenyum lah pada pagi hari pada matahari yang bersinar walau tak bersinar di bumi kita tersenyumlah .. tetaplah yakin walau tak bersinar matahari kan tetap ada untuk menyinari bagian bumi yang lain

Tersenyumlah pada orang yang menyakiti kita

Tersenyumlah untuk orang yang memfitnah kita

Tersenyumlah *tapi jangan senyam senyum sendiri yaaa :)) nanti di sangka gag waras he :P

positive thinking ..

ada masalah tetap positive thinking

ada kesulitan tetap positive thinking

percayalah semua akan baik baik saja..

Skizofrenia

Posted: Jumat, 06 Mei 2011 by Hazirur Rohman in Label:
6


Skizoprenia,, pernah denger tapi ga tau penyakit macam apa ini. Tulisan ini atas permintaan teman saya sebut saja namanya mawar hahaaa, ga tau kenapa dia tiba-tiba tertarik dengan skizoprenia ini, atau karena dia mengidap penyakit ini  , karena saya juga kurang begitu paham tentang hal ini, coba tanya-tanya sama opa google, dan inilah yang gw dapet sekilas tentang skizoprenia.

B adalah pria lajang berusia 26 tahun Dua bulan lalu baru saja putus dari kekasihnya yang sudah dipacarinya selama 5 tahun dan sudah berencana untuk menikah tahun depan. Semenjak putus dari pacarnya, ia menjadi pendiam dan banyak mengurung diri di kamar. Kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu lama dan sejak satu bulan lalu menurut keluarganya, ia berubah. B tidak mau mengurus dirinya sendiri, tidak mau makan dan tidak mau mandi.

Untuk makan B sampai perlu dipaksa oleh keluarganya, ia selalu curiga bahwa makanan yang diberikan pada dirinya mengandung racun hingga ia mati-matian menolak untuk makan makanan tersebut padahal makanan tersebut dimasak langsung oleh ibunya sendiri. Ia hanya mau makan jika membeli di luar, itu pun jika makanan itu dibelinya sendiri. B juga sering kali nampak melamun dan jika diajak bicara kadang-kadang menjawab tidak sesuai dengan yang ditanyakan. Pembicaraannya kacau dan tidak dapat dimengerti oleh orang-orang di sekitarnya. Ia berkali-kali marah tanpa alasan yang jelas dan membawa-bawa pisau di dalam rumah.

Perilakunya ini menyebabkan keluarganya ketakutan dan ketika ayahnya bertanya mengapa ia melakukan hal itu, ia mengatakan mendengar suara orang yang menyuruhnya. Beberapa kali keluarganya memergoki bahwa ia tidak tidur di malam hari dan kadang-kadang mengatakan ia ketakutan karena ada mahluk halus di dalam kamarnya. Pada satu kesempatan, B nampak berbicara sendiri seperti bercakap-cakap dengan orang yang tidak kelihatan. Karena perilakunya mengancam orang-orang di sekitarnya, akhirnya B dibawa ke psikiater dan dari pemeriksaan diketahui bahwa bibinya dari pihak ayah mengalami gejala serupa dengan B yakni schizophrenia


Penyakit Skizofrenia atau Schizophrenia adalah kepribadian yang terpecah, antara pikiran, perasaan dan perilaku. Dalam artian apa yang dilakukan tidak sesuai dengan pikiran dan perasaanya. Secara spesifik skizofrenia adalah orang yang mengalami gangguan emosi, pikiran dan perilaku. Penyakit ini ditemukan awal abad 18 oleh Benedict Morer. Dia menemukan orang yang seperti lupa segalanya, bersikap kekanak-kanakan. Namun penyakit itu baru diberi nama skizofrenia oleh Eugen bleuber 20 tahun kemudian.

Adakalanya orang yang mengalami gejala awal skizofrenia justru tidak menyadari dirinya. Skizofrenia memiliki penyebab multifactor. Bisa karena unsur genetic, lingkungan dan pengaruh psikososial.

Penyebab timbulnya Skizofrenia
Terdapat beberapa teori yang menjelaskan awal timbulnya skizofrenia.

Teori Pertama, Secara biologis dikatakan bahwa skizofrenia mungkin timbul akibat keabnormalan dalam perkembangan struktur otak. Hal ini terutama disebabkan akibat komplikasi yang dialami ibu selama masa kehamilan dan beberapa gangguan neurologis bawaan. Skizofrenia juga berkaitan dengan faktor kecukupan gizi ibu pada masa kehamilan, beberapa penelitian terdahulu menunjukan bahwa seorang anak yang dilahirkan dari ibu dengan gizi buruk pada masa kehamilan memiliki kemungkinan menderita skizofrenia dua kali lipat lebih tinggi.

Teori kedua dari kelompok biologis adalah hipotesis dopamin yang mengatakan bahwa skizofrenia terjadi akibat ketidakseimbangan kadar neurotransmitter dopamin di otak. Penelitian yang diadakan pada penderita skizofrenia menunjukan bahwa kadar dopamin ternyata berlebihan di daerah mesolimbik yang mengatur emosi. Akibat tingginya kadar dopamin pada daerah tersebut menyebabkan timbulnya gejala-gejala positif skizofrenia, yaitu kumpulan gejala yang berlebihan dibandingkan orang normal seperti waham dan halusinasi.

Teori terakhir tentang skizofrenia menunjukan bahwa gangguan jiwa ini dapat diturunkan secara genetik. Keluarga generasi pertama dari penderita skizofrenia memiliki kemungkinan sepuluh kali lipat lebih besar untuk menderita gangguan yang sama. Sedangkan pada keluarga generasi kedua dan ketiga, kemungkinan ini berkurang jauh.

Gejala Skizoprenia
Ada 2 gejala skizofrenia yaitu:

1. Gejala positif /gejala tipe I
A. Delusi adalah kepercayaan yang tidak sesuai realita;.mis. Merasa dirinya Nabi
B. Halusinasi adalah pengalaman indrawi yang tidak nyata; mis. Merasa melihat, mendengar, atau membaui sesuatu yang sebenarnya tidak ada
C. Pikiran dan bicara kacau adalah pola bicara yang kacau; mis. ‘tidak nyambung’, menyambung kata berdasar bunyinya yang tidak ada artinya
D. Perilaku kacau atau katatonik adalah perilaku sangat tidak dapat diramalkan, aneh, dan sangat tidak bertanggung jawab; mis. Tidak bergerak sama sekali dalam waktu lama, tiba-tiba melompat-lompat tanpa tujuan.

2. Gejala negative/ gejala II
A. Afek datar adalah secara emosi tidak mampu memberi respon thd lingkungan sekitarnya; mis. Ketika bicara ekspresi tidak sesuai, tidak ada ekspresi sedih ketika situasi sedih.
B. Alogia adalah tidak mau bicara atau minimal; mis. Membisu beberapa hari.
C. Avolition adalah tidak mampu melakukan tugas berdasar tujuan tertentu (dalam jangka lama); mis. Tidak mampu mandi sendiri, makan sampai selesai, dll.

Subtipe Skizofrenia
Saat ini dikenal lima subtipe skizofrenia yang dibagi dalam kelas-kelas yang berbeda berdasarkan gejala klinis yang menonjol. Kelima subtipe tersebut adalah:

1. Skizofrenia Paranoid
Gejala dominan berupa waham atau delusi dan halusinasi pendengaran, misalnya yakin bahwa orang-orang di sekitarnya mau menjahati dirinya atau yakin bahwa dirinya adalah orang pilihan Tuhan yang memiliki suatu kekuatan khusus. Halusinasi berupa suara orang yang menyuruh-nyuruh, berkomentar, atau bercakap-cakap sendiri.

2. Skizofrenia Hebefrenik
Gejala yang menonjol berupa pembicaraan kacau, perilaku kacau, dan afek yang mendatar atau menumpul. Pembicaraan kacau dapat berupa asosiasi longgar (contoh: tadi pagi saya makan tempat tidur ada sapi makan rumput) hingga inkoherensia (contoh: kambing gerak-gerak hitam matahari ditilang). Perilaku kacau misalkan seperti mengumpulkan bungkus makanan dan ditimbun di bawah tempat tidur. Sedangkan afek yang menumpul dinilai dari modulasi gerakan wajah dan perilaku yang disesuaikan dengan isi pembicaraan yang dibicarakan pasien.

3. Skizofrenia Katatonik
Tipe skizofrenia yang ditandai dengan sekurangnya dua gejala berikut: ketiadaan gerak, pergerakan berlebihan tanpa tujuan dan tidak dipengaruhi oleh stimulus eksternal, sikap melawan berlebihan untuk bergerak ketika diberikan perintah atau postur kaku yang dipertahankan dan tidak bisa digerakan oleh orang lain, postur tubuh yang dipertahankan aneh, ekolalia atau ekopraksia.

4. Skizofrenia Tak Terinci
Skizofrenia yang memenuhi kriteria diagnostik skizofrenia namun tidak memenuhi kriteria diagnostik subtipe paranoid, hebefrenik, ataupun katatonik.

5. Skizofrenia Residual
Tipe skizofrenia yang ditandai dengan hilangnya waham, halusinasi, pembicaraan kacau, dan perilaku kacau atau katatonik yang menonjol. Namun ditemukan bahwa gangguan tetap berlangsung yang diindikasikan dengan munculnya gejala negatif.

Gimana Mawar, apakah kamu menderita skizoprenia ?? hahaaaa

Kenali Tipe Kepribadianmu

Posted: Selasa, 03 Mei 2011 by Hazirur Rohman in Label:
8


“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya”. Sudahkah engkau mengenali dan memahami dirimu sendiri? Jangan bertanya pada orang lain bagaimanakah dirimu (boleh jadi mereka akan memberikan tanggapan subyektif berdasarkan apa yang tampak pada dirimu, atau mungkin mereka akan memberikan jawaban yang ‘menyenangkan’ hatimu) karena tidak semua mereka dapat melihat apa yang tidak tampak pada dirimu. Jadi bagaimana dong cara mengenali ‘kepribadian’ kita?

Berminat untuk mengetahui pribadi macam apakah dirimu? Yuuk, kita belajar tentang eneagram.

Eneagram adalah studi tentang sembilan tipe dasar manusia. Asal kata eneagram adalah ‘ennea’ berarti angka sembilan dan ‘gram’ yang artinya sebuah gambar. Studi ini memberi penjelasan mengapa perilaku kita seperti ini, mengapa kita bertindak begitu dan memberi pengarahan tertentu bagi pertumbuhan seseorang. Menurut studi ini, ada sembilan tipe kepribadian manusia, yang digambarkan dengan suatu lingkaran bertitik sembilan. Kesembilan tipe kepribadian itu adalah :

1. Perfeksionis : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain serta menghindari masalah

2. Penolong : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, untuk mengekspresikan perasaan positif pada orang lain dan menghindari kesan membutuhkan

3. Pengejar prestasi : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan dan terhindar dari kegagalan

4. Romantis : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan sendiri dan dipahami oleh orang lain, untuk menemukan makna hidup dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja

5. Pengamat : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan memahami semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban

6. Pencemas : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan dan terhindar dari kesan pemberontak

7. Petualang : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia dan merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih kepada dunia dan terhindar dari derita dan dukacita

8. Pejuang : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk mengandalkan diri sendiri dan kuat, memberi pengaruh pada dunia dan terhindar dari kesan lemah

9. Pendamai : Dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan terhindar dari konflik

Sudah bisa menentukan kriteria yang mana dari kesembilan tipe kepribadian itu yang sesuai dengan dirimu? Atau malah jadi bingung karena ada beberapa kriteria dari beberapa tipe kepribadian yang kamu rasakan ada pada dirimu? Jangan tergesa-gesa bilang “wah klo menilik kriteria diatas, aku ini orangnya romantis!” atau “berarti aku ini petualang!” atau “Aku ini petualang yang romantis!”. Haha… narsisnya kambuh.

Dalam eneagram ada istilah ‘sayap’ yaitu tipe yang berdekatan dengan tipe kepribadian tertentu. Sayap ini ada dikiri dan kanan .Iya dong! Klo Cuma sebelah mana bisa terbang. Aduh, bukan itu maksudnya. Sayap ini artinya tipe kepribadian yang mengapit tipe kepribadian tertentu. Misalnya saja, kamu bertipe 5 (pengamat) maka sayapmu adalah tipe 4 (romantis) dan tipe 6 (pencemas). Nah, kepribadianmu dapat saja bercampur atau dipengaruhi oleh tipe kepribadian di kanan dan kirimu.

Selain istilah sayap, dalam eneagram ada pula istilah ‘panah’. Yaitu hubungan antara satu titik dengan titik kepribadian lainnya. Hubungan titik-titik kepribadian itu adalah 1-7-5-8-2-4-1 dan 3-6-9-3. Dalam kondisi rileks, satu tipe kepribadian akan mengambil sisi positif dari tipe kepribadian yang arahnya adalah maju (ke kanan) dan dalam kondisi tertekan akan mengambil sisi negatif dalam arah yang berkebalikan. Misalnya kamu bertipe 2 (penolong) maka dalam kondisi nyaman kamu dapat mengambil sisi positif tipe 4 (romantis) dan bila kamu merasa tertekan, kamu akan mengambil sisi negatif dari tipe 8 (pejuang).

Jelas kan bahwa setiap tipe kepribadian tidak mutlak berdiri sendiri, tapi dipengaruhi oleh sayap dan panahnya. Klo kamu pengen menggali lebih dalam tentang eneagram dan bagaimana mengenali kelebihan dan kekurangan setiap tipe, baca aja buku-buku tentang eneagram, atau search aja di google. Biar lebih yakin kamu masuk tipe yang mana.

Selain eneagram, adalagi pembagian tipe kepribadian yang disebut tipe Jungian atau lebih dikenal dengan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Ada delapan karakter kepribadian menurut MBTI yang diukur berdasar kecenderungan individu atas empat skala, yaitu :

1. Apakah seseorang lebih terkait dengan dunia eksternal atau internal (Ekstrovert atau Introvert)

2. Bagaimana kecenderungan seseorang dalam menyerap atau menangkap informasi (Sensing atau intuition / mengindera atau mengikuti kata hati)

3. Bagaimana kecenderungan seseorang dalam mengevaluasi dan mengambil keputusan (Thingking atau Feeling / menggunakan pikiran atau perasaan)

4. Bagaimana seseorang menjalani hidup, apakah terencana dan menutup diri atau spontan dan terbuka (Judging atau Perceiving / menilai atau memersepsi)

Sehingga ada 16 kombinasi karakter yang dinyatakan dengan huruf yang ditulis kapital dari setiap karakter. Misalnya seseorang berkarakter INTJ, artinya dia bersifat Introvert, iNtuitif, Thinking dan Judging.

Keenambelas kombinasi ini dikelompokkan dalam empat temperamen (berdasar teori empat temperamen dari David Keirsey), yaitu :

1. Konvensionalis : temperamen SJ (Sensate Judger / penilai yang indrawi), kombinasi karakternya yaitu ESTJ, ESFJ, ISTJ dan ISFJ

2. Berorientasi pada tindakan : temperamen SP (Sensate Perceiver / pemersepsi yang indrawi), kombinasi karakternya yaitu ESTP, ESFP, ISTP dan ISFP

3. Pencari pengetahuan : temperamen NT (INtuitif Thinker /pemikir yang intuitif), kombinasi karakternya ENTJ, ENTP, INTJ dan INTP

4. Pencari identitas : temperamen NF (INtuitif Feeler / perasa yang intuitif) kombinasi karakternya adalah ENFJ, ENFP, INFJ dan INFP

Click to view my Personality Profile page

Share sedikit tentang my personality, saya adalah seorang IFSJ (Introvert, Feeling, Sensing, Judging). Seorang ISFJ adalah orang yang Tenang, ramah dan teliti, Bekerja untuk memenuhi kewajiban. Memberikan stabilitas dalam bekerja dan proyek. Hati-hati dan akurat. Minat mereka biasanya bukan hal2 tehnis. Dapat bersabar dengan detil namun sensitif, setia, konsiderasi tinggi, perhatian pada perasaan orang lain, bertanggung jawab dan bisa diandalkan . Namun seorang ISFJ terlihat kurang antusias dan kurang terlihat semangat, terlihat plin plan karena seorang ISFJ selalu ingin menyenangkan orang lain sehingga susah untuk mengatakan "TIDAK" dan ISFJ sering terjebak dalam zona nyaman dan rutinitas, padahal diluar sana mungkin banyak hal baru yang menyenangkan.

Kamu Layak Marah???

Posted: Minggu, 01 Mei 2011 by Hazirur Rohman in Label:
0


Kemarahan akan selalu ada karena kamu memang memiliki seribu bahkan jutaan alasan untuk itu, kamu merasa marah, yah itu memang layak kamu lakukan.
Dan kemarahan demi kemarahan akan terus terjadi karena kamu selalu memiliki pembenaran untuk itu.

Tapi..
Sesengguhnya kamu pun memilki seribu dan sejuta alasan untuk tidak marah, sehingga kamu merasa tidak layak untuk marah.
Dengan demikian engkau dapat terhindar untuk menjadi marah karena tiada lagi pembenaran yang engkau miliki.


“Orang yang kuat bukanlah seorang jago bela diri, angkat besi atau semacamnya, tetapi orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (Aa Gym)”.

Meminta Maaf Atau Memaafkan ????

Posted: Minggu, 24 April 2011 by Hazirur Rohman in Label:
3

Manusia tidak akan pernah berhasil lulus dari ujian kehidupan kalau ujiannya harus 100 nilainya, pasti manusia memiliki kesalahan di setiap langkah hidupnya. Dan kondisi ketidak sempurnaan manusia ini yang membuat manusia di haruskan memilih antara meminta maaf atau dalam posisi memaafkan, jika kita bersalah, seharusnya kita di dalam posisi meminta maaf dan terkadang kita merasakan seseorang bersalah pada kita, maka kita ada di posisi Memaafkan. Sekarang kita hitung seberapa sering anda di dalam posisi meminta maaf dan seberapa sering anda di dalam posisi memaafkan? dalam waktu seminggu saja atau sebulan. Pasti sangat banyak dan itu menandakan ketidaksempurnaan manusia sebagai pribadi yang diciptakan, bukan menciptakan

Sekarang, dunia menjadi lebih individualis dan semakin berprinsip "hidupmu adalah masalahmu, hidupku adalah masalahku", sering orang berkata "ini hidupku, terserah donk aku mau apa..." terkadangpun orang berada di dalam posisi "bersalah" tetapi sangat susah untuk "meminta maaf" tapi orang di dalam kondisi "benar" pun susah untuk "memberi maaf" mengapa bisa begitu? Ayo lanjut ah...

Meminta maaf berarti merendahkan diri terhadap pribadi lain yang di tinggikan, karena kita memerlukan sesuatu dari dirinya, dan itu jelas sangat sulit di lakukan oleh manusia tentunya, yang merupakan pribadi bersifat utama "Ego" karena "ego" itulah manusia sulit untuk turun ke bawah dan meminta sesuatu kepada orang, terutama meminta maaf dari orang lain. Padahal, cara meminta maaf lebih simple dari pada cara makan, cara meminta maaf hanya dengan 1 kata "Sorry" tapi manusia sulit sekali mengatakan 1 kata itu. Dan penyebab utamanya adalah ego yang menjadi sifat utama manusia, dan sangat sulit untuk mengalahkan ego, karena itulah yang di sebut "Musuh terbesar dalam hidupmu adalah dirimu sendiri"

Lalu yang ke dua ini, bagaimana jika dengan jika kita memaafkan orang? mengapa ini juga sangat sulit?. Memaafkan orang lain atau pribadi lain, hanya memerlukan sedikit tenaga dan usaha untuk mengatakan 2 huruf yaitu "ok" karena terkadang jika seseorang meminta maaf pada kita, kita tidak memaafkannya. padahal hanya dengan 2 huruf atau 3 huruf "ok" atau "iya" tetapi manusia sangat sulit melakukannya. kalau di pikir-pikir lagi lebih jauh, manusia itu konyol ya, memiliki kemampuan yang lebih, dan memiliki banyak keunikan, tapi berkata 2 huruf dan 3 huruf saja sulit sekali dan jarang sekali ada orang yang memaafkan di jaman "individualis" ini.

Tapi penyebab utamanya bukan itu, penyebab utama yang sebenarnya adalah karena kita sebagai manusia yang memiliki kedudukan dan ego, kita sering kali susah mengangkat derajat orang lain yang ada di bawah kita, dan inilah yang menjadi penyebab utama dalam hal memaafkan, kita sering kali berkata di dalam otak "enak aja kamu omong "minta maaf" hei, aku susah-susah membantu kamu, kamu bersalah..aku tidak akan memaafkan mu begitu saja!!" dan itu karena manusia yang tidak sempurna ini tidak mau ada orang yang menyamainya dan selalu terus ingin menjadi yang teratas dan yang terbaik. dan ketika orang meminta maaf pada dirinya, itulah kepuasan pribadi itu, karena dia merasa di atas dan dia nikmat di posisi seperti itu. Itulah penyebab utama sulitnya berkata 2 huruf dan 3 huruf.

Kesimpulannya kali ini, manusia benar-benar makhluk yang unik dan seharunya dapat mengatasi masalah ini dengan baik, tetapi karena "musuh terbesar dalam hidup adalah dirimu sendiri" itulah penyebab utama dari semua kesalahan di dalam diri manusia. karena itulah
manusia susah memaafkan dan meminta maaf.




#Introvert (1) - am I an Introvert ?????

Posted: Minggu, 17 April 2011 by Hazirur Rohman in Label: ,
0


Beberapa hari kemaren, nyoba iseng salah satu test personality, dan ya hasilnya 95% klo gw introvert dan 14% extrovert. Walaupun hasilnya belum tentu bener, tapi agak penasaran juga tentang introvert. Penasaran dengan introvert, coba googling2, dapet juga beberapa istilah tentang introvert.

Introvert Personality adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain atau memilih berjam-jam duduk di depan komputer. Tapi tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang yang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakannya atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan.

Dan ada beberapa hal lagi yang menjelaskan tentang karakter ini. Kaum introvert tidak selamanya pemalu. Orang pemalu adalah orang yang merasa cemas atau takut atau menampik dari lingkungan sosial; Orang introvert umumnya tidak seperti itu, orang introvert umumnya tidak anti orang lain meski sebagian sepakat dengan pernyataan “sarapan bersama orang lain adalah neraka”. Mungkin lebih tepatnya introvert adalah mereka yang merasa bahwa orang lain itu adalah sesuatu yang melelahkan. * hmmm,,, kayaknya perlu digaris bawahi kata orang lain kali ya, karena klo sama orang yang kita kenal baik, tentunya bukan sesuatu hal yang melelahkan.

Orang introvert didunia ini bukanlah golongan mayoritas. Menurut para ahli psikologi, orang introvert didunia lebih sedikit dibandingkan dengan karakter extrovert yaitu sekitar 25% dari total populasi. Hal ini menunjukkan bahwa orang introvert adalah kaum minoritas yang artinya sangat sedikit kesempatan buat orang introvert untuk unjuk gigi di bumi yang luas ini. Ada beberapa tokoh yang tergolong introvert diantaranya Bill Gates, Michael Jordan, Albert Einstein, Mahatma Gandhi, etc..

Orang introvert mempunyai kelebihan, mereka cenderung bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri tanpa tergantung pada orang lain. Kebanyakan orang introvert adalah orang yang mandiri * bukan mandi sendiri atau nabungnya di bank ma****i ya hahaa* dan biasanya orang introvert menyelesaikan masalahnya sendiri dengan kiat-kiat yang inovatif. Tipe Introvert biasanya Bijaksana dan bisa memecahkan problem org lain asal orang itu mau minta nasihatnya, makanya cocok jadi tempat curhat, tapi kalau gak ya tipe introvert itu termasuk orang yg 'mahal bicaranya' Jadi kalau ada org yg diajak bicara sama tipe tersebut berarti dia beruntung *waw,, ayo siapa yang mau jadi orang yang beruntung hahaaa

Orang introvert itu biasanya banyak mikir dan memiliki pemikiran yang jauh, maka itu orang introvert lebih sedikit berbicara, karena dia selalu memikirkan apa yang akan dia katakan, misalnya apa itu pantas dibicarakan, apa perlu untuk dibicarakan, apa kira-kira jawaban yang akan diberikan orang lain, dsb. Dari situ keliatan juga orang intovert cenderung perfeksionis.

Orang intovert juga suka memendam masalahnya sendiri, dia jarang berbagi masalahnya atau menceritakan kehidupannya ke orang lain, dia juga mempunyai self-blaming yang gede (suka nyalahin diri ndiri), yang akhirnya jadi depresi, dan emosian. Tipe ini cuma mau terbuka dgn org yang udah bener-bener dia percaya.


Dari Sekilas penjelasan ini sepertinya cukup untuk menggambarkan kepribadian seorang introvert. Dan gw pun mulai membandingkannya dengan diri gw sendiri.. dan ya klo bisa lebih dari 100%, 1 ton % pun gw setuju klo gw seorang introvert. Ya beberapa orang bilang gw orang yang tertutup * nutupnya make apa ya hahha *, Bisa dibilang orang tertutup karena masih belum menemukan sebuah kepercayaan untuk membuka diri, atau lebih gampangnya orang yang susah percaya dengan orang lain atau menganggap “ nggak penting kalee untuk diceritakan”. Tentang yang katanya kelebihan orang introvert, ga tau ni sebenernya kelebihan atau kelemahan, ya memang bener, gw lebih cenderung terbiasa menyelesaikan masalah gw sendiri tanpa harus merengek minta belas kasihan orang. Gw tidak mengingkari klo gw seorang introvert, klo toh gw introvert berarti gw harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa harus menjadi orang lain. Yah, butuh perjuangan emang untuk bisa socialize, coz basically i’m prefer to be alone. Tapi anehnya, sometimes i’m sick of solitude.

Aku adalah aku dengan segala kekuranganku.
Apakah kamu seorang introvert??
Buat orang-orang introvert diseluruh dunia, Salam Introvert

lima bola

Posted: Sabtu, 26 Desember 2009 by Hazirur Rohman in Label:
0

lima bola

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 bola yang dilempar ke udara .Bola -bola tersebut bernama:"Pekerjaan,Keluarga,Kesehatan,Teman dan Spirit"

Kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara .Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "PEKERJAAN" hanyalah sebuah bola karet,Jika kita menjatuhkannya maka ia akan memantul kembali .Tetapi empat bola lainnya yaitu keluarga ,kesehatan,teman dan spirit terbuat dari gelas.

Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka,tertandai,tergores,rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.Dan ingatlah,mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.Kita harus memahami benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.

Bagaimana caranya?

Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain.Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita spesial.

Jangan menganggap remeh suatu yang dekat dihati kita,melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup ,dimana tanpanya,hidup kurang menjadi berarti.

Jangan biarkan hidup kita terpuruk dimasa lampau atau dalam mimpi masa depan.Satu hari hidup pada suatu waktu berati hidup untuk seluruh waktu hidupmu.

Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan.Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.

Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna.Ketidaksepurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.

Jangan takut menghadapi resiko .Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.

Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata"tidak mungkin saya temukan".Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya,cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang-kencang mungkin,dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya ’sayap’.

Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.

Jangan takut untuk belajar sesuatu.Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapt kita bawa kemanapun tanpa membebani.

Dan akhirnya…..

MASA LALU adalah SEJARAH

MASA DEPAN adalah MISTERI

dan SAAT INI adalah KARUNIA DAN PERJUANGAN……………………

(inspring stories)