
Wew, berbicara tentang penelitian, yang tadinya ketawa-ketiwi akan berubah jadi galau :(. Tak taulah nasib penelitian ini akan dimulai kapan, bagaimana, dimana.. dimana, dimana dimana?? :(
Sebagai gambaran, tema penelitianku tentang membrane selulosa asetat. Sesuatu yang baru buat ku dan seumur hidup belum pernah liat bagaimanakah bentuk rupa dari membrane selulosa asetat. Bagaimana aku bisa mencintainya, jika bertemu saja belum pernah :O. Kenapa bisa terjebak didunia membrane ini, tak taulah, semuanya berawal dari tawaran dosen pembimbing tentang proyek ini. Hmmm,, jadi salah siapa? Kenapa juga ditanya, so pasti salah saya lah, hmm..
Hal yang paling menghambat saya saat ini untuk menyelesaikan penelitian ini adalah susahnya untuk memulai. Klo buat orang lain untuk memulai itu mudah, tapi TIDAK buat saya. Memulai menjadi sesuatu hal yang berat buat saya, apalagi untuk memulai hal yang tidak jelas seperti penelitian ini ;(,, OMG saya memang anak yang rajin, rajin bermalas-malasan T.T
Seperti judul tulisan ini, untuk memulai sesuatu yang baru (penelitian :( ) memang dibutuhkan keberanian dan perjuangan dari dalam diri sendiri karena segalanya masih berbentuk bayang-bayang yang semuanya terlihat susah. Apalagi jika terlalu banyak memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dihasilkan dari sesuatu yang baru tersebut yang justru akan membebani pikiran sehingga semuanya diliputi keragu-raguan dan so pasti akan malas melakukannya.
So , kapan aku akan memulai semua ini? Entahlah, kapan-kapan kali ya T.T
#Galau - 11 APA ARTI SEBUAH NILAI??
Posted: Rabu, 21 September 2011 by Hazirur Rohman in Label: Galau“saya harus punya nilai bagus agar mendapatkan pekerjaan yang mapan”
Itulah pemikiran banyak orang (termasuk saya) selama ini. Nilai adalah segalanya. Tidak peduli sakit, bisa tidak bisa dengan mata kuliah itu, nilai saya harus bagus! Pemikiran kuno yang sekarang saya sadari itu adalah sesuatu yang salah. Yak, kebanyakan dari kita pusing tujuh keliling mikirin nilai yang bakalan dikasih dosen buat kita. Kita selalu berusaha mendapatkan nilai setinggi mungkin agar IP kita bagus. Begitu dapat nilai jelek, sedihnya minta ampun. Ya memang ada kepuasan tersendiri jika kita mendapat nilai bagus di setiap mata kuliah kita. Tetapi, pastinya kebanyakan maksud kita ingin memperoleh nilai bagus agar dapat mendapatkan pekerjaan yang bagus pula kan? Tidak bisa dipungkiri memang benar begitu pemikiran kita selama ini.
Kenyataannya, di dunia kerja hanya sebagian kecil perusahaan yang memperhitungkan IP. BUMN masih setia di 3.00 bahkan 2.86, chevron masi 3.00, telco2 masih 2.8-3.00 preferable good programing skill, nilai BC telco2 masih buka kok, D aja ditawari close ma telkomsel, 2.99 masih dapet petrokimia, bahkan google menyuruh karyawannya sekolah lagi dan hanya meminta nilai maksimal B. Kecuali exxon yang masih setia dengan 3.5 *hmmm* dan jika kita ingin menjadi Dosen, kita harus memiliki IP minimal 3.3-3.5.
Apa yang seharusnya kita lakukan? TENTUKAN TUJUAN DAN ARAH MAU KEMANA SETELAH LULUS, lalu jalani kuliah dengan suka cita. Nilai cuma saringan awal.. Jangan terlalu down dengan nilai ga bagus, tapi jangan diam saja dengan nilai jelekmu itu. Jadikan itu sebagai pembelajaran buat kedepannya agar tidak mengulangi kegagalan yang sama. Tetapkan langkahmu dengan mantap!
Ada guyonan yang sering kita denger : “pinter jadi dosen, setengah pinter jadi manager, bego jadi direktur” hahaha begitulah orang-orang di dunia kerja berkata. Yang kita ambil dari sini adalah nilai itu semu, apa yang kamu dapet itu yang penting… tapi yang parah itu udah dapet nilai jelek gak ngerti juga maksud kuliahnya. Yang repot pas kerja nanti.. Karena orientasi kita nilai, jadi uang dijadikan pedoman terlebih dahulu, padahal kalo kinerja bagus uang/nilai datang. Ibaratkan kuliah itu kerja, pas nilai keluar jelek kita protes, pas gaji keluar dikit, apa kita mau protes?? Lain cerita kalo kinerja kita bagus, uang bakalan datang dengan sendirinya. Yang bisa bikin kita survive, bukan NILAI.
Nilai bukan segala-galanya tapi bukan untuk diabaikan. Jika ada mahasiswa yang bilang, nilai gapapa ancur tapi skill nya bagus, patut dipertanyakan juga. Ngapain kuliah? Les aja juga bisa, ngapain juga nyontek klo selalu beranggapan nilai ga penting banget yang penting skill, apakah dengan mencontek, anda merasa punya skill yang bagus ?? hmm.. Sekali lagi nilai bukan segala-galanya. Kalau ga bisa dapet A, kenapa maksa buat dapet A? Kalo ga bisa terus dapet C buat apa emosi? Kalo ga pernah belajar, ngapain bermimpi lulus denga nilai bagus? Kita sebagai mahasiswa harus bisa mempertanggung jawabkan nilai-nilai yang telah kita dapat.
Tuhan Maha Adil teman, lulus dengan nilai bagus bukan berarti sukses
yaaaahhh,, itulah yang terjadi pada diriku.. saya makannya banyak tapi masih saja tidak melar ni badan.
Menurut beberapa sumber yang saya baca, Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Orang yang banyak makan tetapi tetap kurus berarti memiliki sistem metabolisme yang sangat tinggi. Sistem metabolisme yang sangat tinggi ini membuat makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar dari metabolisme rata-rata, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh. Sebaliknya, orang yang makan sedikit tetapi sangat cepat gemuk berarti memiliki sistem metabolisme yang lambat.
Metabolisme adalah proses tubuh yang mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Selama proses biokimia yang kompleks, kalori dalam makanan dan minuman yang dikombinasikan dengan oksigen akan melepaskan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh. Energi ini tidak hanya digunakan untuk beraktifitas, bahkan saat Anda tidur pun tubuh tetap memerlukan energi untuk bernapas, sirkulasi darah, mengatur kadar hormon, serta pertumbuhan dan perbaikan sel.
Selain karena sistem metabolisme yang tinggi, orang yang banyak makan tetapi tetap kurus 90 persen karena memiliki pola makan, olahraga dan tidur yang salah.
Jika Anda ingin gemuk, berikut beberapa tips bagi orang yang kesulitan menaikkan berat badan karena memiliki sistem metabolisme yang tinggi:
1. Makan yang tepat
Orang dengan sistem metabolisme memerlukan lebih banyak makanan yang mengandung tinggi protein untuk perkembangan ototnya. Selain itu, sebaiknya makanlah setelah melakukan aktivitas seperti olahraga, agar segera membangun kembali otot tubuh. Makanan yang tinggi protein misalnya daging ayam, daging sapi, telur, susu, keju dan kacang-kacangan.
2. Olahraga yang tepat
Olahraga seperti jogging, lompat tali, sit up dan push up tidak akan membuat berat badan orang dengan sistem metabolisme naik. Olahraga tersebut berfungsi untuk meningkatkan kekuatan, tetapi tidak menambah massa otot. Untuk menaikkan berat badan, cobalah latihan beban (barbel atau angkat besi) tidak lebih dari 45 menit. Hal ini akan membuat otot Anda lebih besar sehingga dapat menaikkan berat badan.
3. Jumlah tidur yang tepat
Kurang tidur membuat orang dengan sistem metabolisme tinggi tak bisa gemuk, karena hal itu membuat Anda membakar kalori lebih tinggi. Untuk itu, tidurlah dengan pola dan jumlah yang cukup 6-8 jam sehari.
Yup,, so sad malam minggu ini, bukan karena tak punya pacar tapi melihat hasil pahlawan-pahlawan raket Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2011 atau BWF World Championship 2011 di Wembley arena London. Lagi, lagi, 3 tahun berturut-turut bulutangkis Indonesia ikutan “puasa” di kejuaraan dunia ini,bahkan hasil tahun ini lebih buruk dari 2010, dimana 2010 kita masih mendapat medali perak sedangkan tahun ini tak ada satupun yang menapak ke final.
Harapan Indonesia di semifinal berada pada dua ganda terbaik yang dimiliki indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Ahsan/Bona. Namun kenyataan pahit pun harus kembali dialami karena kedua pasangan tersebut harus kandas di semifinal. Tampil meyakinkan di babak sebelumnya, bona/ahsan harus mengakui keunggulan pasangan korea Ko Sung Hyun/ Yoo Yeon Seong dua set langsung 19-21, 17-21. Padahal pada babak sebelumnya ahsan/bona tampil meyakinkan dengan mengantar pulang pasangan China Biao Chai/Guo Zhendong dan ganda nomor satu Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Setali tiga uang dengan ahsan/bona, tontowi/natsir yang menjadi harapan Indonesia untuk menjadi kampiun di ajang ini harus kandas dari pasangan tuan rumah Chris Adcock/Imogen bankier dengan dua set langsung 16-21, 19-21. Sangat terlihat pasangan kita sangat tertekan pada pertandingan ini, berbeda dengan babak-babak sebelumnya. Pasangan Adcock/Bankier tampil sangat memukau sehingga pasangan Indonesia tidak dapat mengembangkan permainannya. Perjalanan Adcock/Bankier ke final sungguh fantastis, mereka berhasil mengalahkan pemain-pemain unggulan seperti unggulan 8 Songphon/Kunchala dari Thailand, Unggulan 15 dari Jepang Ikeda/Shiota, unggulan 4 dari China Tao Jiaming/Qing Tian dan Unggulan 2 Tontowi/Natsir.


