Kamu Layak Marah???

Posted: Minggu, 01 Mei 2011 by Hazirur Rohman in Label:
0


Kemarahan akan selalu ada karena kamu memang memiliki seribu bahkan jutaan alasan untuk itu, kamu merasa marah, yah itu memang layak kamu lakukan.
Dan kemarahan demi kemarahan akan terus terjadi karena kamu selalu memiliki pembenaran untuk itu.

Tapi..
Sesengguhnya kamu pun memilki seribu dan sejuta alasan untuk tidak marah, sehingga kamu merasa tidak layak untuk marah.
Dengan demikian engkau dapat terhindar untuk menjadi marah karena tiada lagi pembenaran yang engkau miliki.


“Orang yang kuat bukanlah seorang jago bela diri, angkat besi atau semacamnya, tetapi orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (Aa Gym)”.

#Galau

Posted: Kamis, 28 April 2011 by Hazirur Rohman in Label:
4


Kata ini emang lagi trend banget, hampir tiap hari kata ini terlontar dari mulut gw maupun temen2 gw, kapan pun dan dimana pun hehe..
Darimana kata ini berasal? Jangan tanya gw, Karena gw juga ga tau . Maka itu yuk kita cari tau..

Awalnya gw ngira kata ini kata baru dalam bahasa kita, tapi ternyata perkiraan gw salah. Kata ini udah ada dari jaman nyokap gw dulu, tapi emang baru ngeksis sekarang. Kira-kira siapa ya yang pertama kali ngeksisin kata ini * ga penting*. Kali ini gw cuma mau memaparkan sedikit tentang kata galau yang sekarang banyak digunakan para anak muda jaman sekarang untuk menggambarkan perasaan mereka.

Menururt pengamatan gw, kata galau identik dengan perasaan hati yang campur aduk * kayak perasaan gw sekarang ni, abis ngeliyat nilai UTS hahaa..*. ada rasa senang, sedih, cemas, dan sebagainya. Padahal, kalau merujuk pada definisi aslinya, bisa dibilang kata galau ini jauh dari definisi ekspresi perasaan tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
ga•lau a, ber•ga•lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke•ga•lau•an n sifat (keadaan hal) galau.

Dari definisi KBBI tersebut, kata galau menyangkut keadaan pikiran bukan perasaan seperti yang selama ini sering dipersepsikan para pengguna kata ini. Dan kata ini seolah-olah dilakukan beramai-ramai bukan perorangan. Selama ini, banyak orang menggunakan kata galau untuk menggambarkan kesendirian seseorang.

Lantas, darimana sebenarnya kata galau ini menjadi happening banget, ayo siapa yang bisa jawab. Entahlah, tapi dulu ada lagunya Titi Dj yang judulnya Galau, yang kira2 eksis tahun 2007 an. Mungkin dari sini kali ya awalnya, ga tau ah bingung *galau*

Salam Galau :)

Bulutangkis Indonesia Telah Turun Kasta

Posted: Minggu, 24 April 2011 by Hazirur Rohman in Label:
1

Bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang paling populer di negara kita, ya olahraga ini olahraga satu-satunya yang menyumbangkan medali emas di ajang olimpiade. Medali emas pertama yang kita dapatkan pada ajang olahraga sedunia ini pada waktu olimpiade Barcelona 1992 dimana ‘pengantin bulutangkis’ Susi Susanti dan Alan Budikusuma meraih medali emas di sektor Tunggal Putri dan Putra. Dan sejak olimpiade ini, bulutangkis secara konsisten menyumbangkan medali emas buat Indonesia seperti yang diraih Rexy Mainaky/Ricky Subagja di Olimpiade Atlanta 1996, Tony Gunawan/Chandra Wijaya di Olimpiade Sydney 2000, Taufik Hidayat di Olimpiade Athena 2004, dan Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008. Olimpiade London 2012, ???

Semua pecinta bulutangkis dan rakyat Indonesia tentunya berharap tradisi emas ini akan terus berlanjut. Namun jika melihat prestasi atlit kita belakangan ini bukan tak mungkin kita harus mengubur harapan kita tersebut. Mengapa demikian?? Bulutangkis Indonesia dulu merupakan salah satu yang paling ditakuti, tapi sekarang, Indonesia hanya menjadi “penghias draw” di turnamen internasional. Pada tahun 2010, kita hanya meraih 2 gelar juara superseries dari 13 ajang superseries yang diselenggarakan dan dari 65 gelar yang diperebutkan. Ya hanya 3% , gelar juara waktu itu diraih oleh Sony Dwi Kuncoro di Singapore, dan Taufik Hidayat di Prancis. Bandingkan dengan kedigdayaan China yang meraih 30 gelar atau hampir setengah dari gelar superseries yang diperebutkan. Bahkan kita kalah dari raihan Malaysia dengan 8 gelar ( 7 gelar direbut oleh Lee Chong Wei), Denmark dengan 8 gelar, dan Korea dengan 6 gelar.


Pada tahun 2011, sampai pada bulan april ini “puasa” gelar juara terus berlanjut. Dan kita sebagai pecinta olahraga ini harus membiasakan diri untuk tidak menyaksikan pemain kita di partai final. Jika PBSI tak segera berbenah dengan sistem kepengurusannya bukan tak mungkin tradisi emas olimpiade akan terputus. Negara-negara lain yang dulu hanya dipandang sebagai pelengkap turnamen kini menjelma menjadi ancaman buat Indonesia. Lihat saja Thailand dengan pemain mudanya, terutama disektor putri, mereka mampu menjadi runner up Asian Games 2010 dengan mengalahkan Indonesia di Semifinal. Walaupun mereka harus mengakui keunggulan China di partai puncak, tapi pemain muda mereka sangat potensial seperti Ratchanok Intanon yang masih berusia 16 tahun ataupun Porntip B yang masih berusia 19 tahun, mereka masih bisa terus berpotensi untuk mengancam kekuatan China di masa mendatang Sedangkan kita masih mengandalkan Adriyanti Firdasari karena belum adanya pemain muda yang bisa menggantikan, sedangkan prestasi Firda sendiri, lolos perempat final sudah menjadi sebuah keajaiban.

Disektor lain pun tak kalah tragisnya, sepeninggal Nova Widiyanto di sektor ganda campuran karena faktor usia. Membuat ganda campuran kehilangan tajinya, sekarang kita hanya berharap pada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Dan prestasi mereka di Superseries belum terlalu bagus, bahkan di All England kemaren harus mengakui keunggulan pemain Jerman yang notabene seharusnya bisa mereka kalahkan. Disektor Ganda Putra, seperti kita ketahui, sektor ini adalah sektor yang yang paling diandalkan. Tapi belakangan prestasi Markis Kido/Hendra setiawan selalu menurun seiring dengan cideranya yang dialami Hendra dan belum ada pelapis yang bisa menggantikan mereka. Sektor ganda putri hampir sama dengan tunggal putri adalah sektor terlemah yang kita miliki, terakhir kita meraih gelar juara superseries dari sektor ini pada tahun 2008 dari pasangan Vita Marissa dan Liliana Natsir. Sektor Tunggal putra kita masih mengandalkan Taufik Hidayat, di usianya yang tak lagi muda, taufik kerap dikalahkan oleh pemain lain walapun saat ini Taufik Hidayat masih menjadi yang terbaik yang kita miliki. Sony Dwi Kuncoro yang masih dibekap cidera, penampilan Hayom Rumbaka yang tak kunjung membaik, dan kita perlu pembuktian dari seorang Simon Santoso.

Ya, prestasi bulutangkis Indonesia telah turun kasta, Indonesia tidak lagi menakutkan. Bahkan kerap dikalahkan pemain-pemain Korea, Denmark, Taipei, bahkan Thailand. Apalagi jika berhadapan dengan China.

Dalam waktu dekat, Sudirman Cup akan diselenggarakan, mampukah pemain kita membuktikan jika bulutangkis Indonesia masih ada. Persiapan Olimpiade London masih setahun lagi, PBSI jika tidak mau tradisi emas terhenti, harus ekstra keras memperbaiki sistem yang ada, pola latihan, dan tidak adanya intervensi dari pihak-pihak lain. Pemain-pemain muda perlu pengalaman untuk bertanding di ajang Internasional tidak hanya “diperam” sampai busuk, dan akhirnya kalah dari pemain muda negara lain.

PRAY FOR BULUTANGKIS INDONESIA

Meminta Maaf Atau Memaafkan ????

Posted: by Hazirur Rohman in Label:
3

Manusia tidak akan pernah berhasil lulus dari ujian kehidupan kalau ujiannya harus 100 nilainya, pasti manusia memiliki kesalahan di setiap langkah hidupnya. Dan kondisi ketidak sempurnaan manusia ini yang membuat manusia di haruskan memilih antara meminta maaf atau dalam posisi memaafkan, jika kita bersalah, seharusnya kita di dalam posisi meminta maaf dan terkadang kita merasakan seseorang bersalah pada kita, maka kita ada di posisi Memaafkan. Sekarang kita hitung seberapa sering anda di dalam posisi meminta maaf dan seberapa sering anda di dalam posisi memaafkan? dalam waktu seminggu saja atau sebulan. Pasti sangat banyak dan itu menandakan ketidaksempurnaan manusia sebagai pribadi yang diciptakan, bukan menciptakan

Sekarang, dunia menjadi lebih individualis dan semakin berprinsip "hidupmu adalah masalahmu, hidupku adalah masalahku", sering orang berkata "ini hidupku, terserah donk aku mau apa..." terkadangpun orang berada di dalam posisi "bersalah" tetapi sangat susah untuk "meminta maaf" tapi orang di dalam kondisi "benar" pun susah untuk "memberi maaf" mengapa bisa begitu? Ayo lanjut ah...

Meminta maaf berarti merendahkan diri terhadap pribadi lain yang di tinggikan, karena kita memerlukan sesuatu dari dirinya, dan itu jelas sangat sulit di lakukan oleh manusia tentunya, yang merupakan pribadi bersifat utama "Ego" karena "ego" itulah manusia sulit untuk turun ke bawah dan meminta sesuatu kepada orang, terutama meminta maaf dari orang lain. Padahal, cara meminta maaf lebih simple dari pada cara makan, cara meminta maaf hanya dengan 1 kata "Sorry" tapi manusia sulit sekali mengatakan 1 kata itu. Dan penyebab utamanya adalah ego yang menjadi sifat utama manusia, dan sangat sulit untuk mengalahkan ego, karena itulah yang di sebut "Musuh terbesar dalam hidupmu adalah dirimu sendiri"

Lalu yang ke dua ini, bagaimana jika dengan jika kita memaafkan orang? mengapa ini juga sangat sulit?. Memaafkan orang lain atau pribadi lain, hanya memerlukan sedikit tenaga dan usaha untuk mengatakan 2 huruf yaitu "ok" karena terkadang jika seseorang meminta maaf pada kita, kita tidak memaafkannya. padahal hanya dengan 2 huruf atau 3 huruf "ok" atau "iya" tetapi manusia sangat sulit melakukannya. kalau di pikir-pikir lagi lebih jauh, manusia itu konyol ya, memiliki kemampuan yang lebih, dan memiliki banyak keunikan, tapi berkata 2 huruf dan 3 huruf saja sulit sekali dan jarang sekali ada orang yang memaafkan di jaman "individualis" ini.

Tapi penyebab utamanya bukan itu, penyebab utama yang sebenarnya adalah karena kita sebagai manusia yang memiliki kedudukan dan ego, kita sering kali susah mengangkat derajat orang lain yang ada di bawah kita, dan inilah yang menjadi penyebab utama dalam hal memaafkan, kita sering kali berkata di dalam otak "enak aja kamu omong "minta maaf" hei, aku susah-susah membantu kamu, kamu bersalah..aku tidak akan memaafkan mu begitu saja!!" dan itu karena manusia yang tidak sempurna ini tidak mau ada orang yang menyamainya dan selalu terus ingin menjadi yang teratas dan yang terbaik. dan ketika orang meminta maaf pada dirinya, itulah kepuasan pribadi itu, karena dia merasa di atas dan dia nikmat di posisi seperti itu. Itulah penyebab utama sulitnya berkata 2 huruf dan 3 huruf.

Kesimpulannya kali ini, manusia benar-benar makhluk yang unik dan seharunya dapat mengatasi masalah ini dengan baik, tetapi karena "musuh terbesar dalam hidup adalah dirimu sendiri" itulah penyebab utama dari semua kesalahan di dalam diri manusia. karena itulah
manusia susah memaafkan dan meminta maaf.




BIOETANOL

Posted: Sabtu, 23 April 2011 by Hazirur Rohman in Label:
0


Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) di samping Biodiesel. Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Proses destilasi dapat menghasilkan etanol dengan kadar 95% volume, untuk digunakan sebagai bahan bakar (biofuel) perlu lebih dimurnikan lagi hingga mencapai 99% yang lazim disebut fuel grade ethanol (FGE). Bahan baku pembuatan bioetanol diantaranya:
1. Nira bergula (sukrosa): nira tebu, nira nipah, nira sorgum manis, nira kelapa, nira aren, nira siwalan, sari-buah mete, molases.
2. Bahan berpati: tepung-tepung sorgum biji (jagung cantel), sagu, singkong/gaplek, ubi jalar, ganyong, garut, umbi dahlia.
3. Bahan berselulosa (Þ lignoselulosa): kayu, jerami, batang pisang, bagas, dll.

Fungsi etanol sebagai campuran bahan bakar kendaraan memiliki prospek bagus karena karena makin tingginya harga minyak mentah. Etanol ini berfungsi sebagai penambah volume BBM sebagai peningkat angka oktan, dan sebagai sumber oksigen untuk pembakaran yang lebih bersih pengganti (MTBE). Karena etanol mengandung 35% oksigen ia dapat meningkatkan efisiensi pembakaran.Etanol juga ramah lingkungan karena emisi gas buangnya rendah kadar CO, NO, dan gas-gas rumah kaca yang menyebabkan polutan. Etanol juga mudah terurai dan aman karena tidak mencemari air. Jika dibandingkan dengan BBM gas buang dari etanol merupakan senyawa yang bermanfaat bagi tanaman jalan. misalnya, CO2, ini berbeda dengan bensin yang gas buangnya mengandung gas CO yang sangat jelas merugikan kesehatan mahluk hidup.